Tuesday, March 31, 2015

is it the end?

Apa ini akhir dari segalanya? Apa ini yang harus aku lewati krn ini belum smp akhir cerita kita?
Siapa yg bisa menjawab ini smua? Aku? Kamu? Atau Tuhan?
Aku harap smua ini bisa kita jawab dengan campur tangan-Nya

Kau hadir untuk mengucap pisah setelah kau memberi warna dan kebahagiaan yang hanya sementara, ya hanya sementara. Mungkin itu kalimat yang tepat untuk kita. Kamu menjelaskan semua hal seolah aku yang ada di pihak bersalah, kamu tidak berpikir kah apa yg kamu lakukan selama ini?

Ada satu kata yang sangat aku benci di tengah perbincangan kita "INTERVENSI". Ya kamu bilang aku intervensi di hubungan kalian. Coba kita remind kembali apa yg sudah kamu lakukan. Dulu pd saat awal kita ngobrol dan saat aku tau aku hanya pihak ketiga aku berucap "semoga cepet married kan udah sama-sama dewasa, udah wktnya" dan saat itulah km menceritakan smua nya. Kl kamu pikir saat itu aku comment untuk masalahmu sudah menggunakan hati kamu salah besar. Memang aku akui semakin kesini aku sudah pakai hati kembali tp tidak pernah sekalipun aku menyuruhmu untuk putus! Justru aku yang mensupport kamu untuk mencoba mengulang dari awal bersama dia. Yah sudahlah mau aku defense seperti apapun sudah tidak penting. Yang aku butuh bukan aku dimata kamu tp aku dimata Tuhan seperti apa krn pd akhirnya hanya dy yang bisa tau apa pikiran dan hati aku begitu juga kamu.

di hati kecilku sempet berpikir apa ini jawaban dari hati kecil kamu? Sempat ada keraguan ketika kita sempat membahas aku mau married duluan biar km melihat aku memang bahagia tp km berkata tidak, krn aku merasa kita sama-sama masih ga bs melihat orang yg ntah pernah atau masih sayang itu bahagia duluan. Ya itu perasaanku, tapi yaa mencoba untuk mengikhlaskan saja. Dan sempat berpikir dalam hati, apa aku sanggup belajar merelakan untuk kedua kali. Merelakan satu-satu nya orang tempat aku sharing setiap harinya menceritakan apa yang terjadi hari ini, tempat aku berkeluh kesah dan satu-satunya orang yang tau semua mimpi-mimpiku yang aku harap bisa mewujudkan nya bersama. Tapi well kata seorang temanku "dia hanya orang yang sekedar tau ttg mimpi-mimpi kamu, tapi bukan orang yang mau mewujudkannya bersama kamu. Tau dan mau itu beda jauh loh, someday kamu akan nemuin orang yang bukan hanya tau tapi juga mau untuk mewujudkannya bersama" dan dari situ aku berpikir ya benar juga apa yg dia katakan. Dia hanya tau bukan mau.

Sampai tiba di kata sepakat kita tidak berkomunikasi lagi yang ntah sampai kapan. Sejujurnya bukan hal ini yang aku mau. I still need you, i still love you, i still care for u. I don't know what i feel right now, i just want you beside me. I still pray that someday we will meet in another condition.
U send this word last week and today we over